Mahasiswa KKN UGM Sosialisasikan Tutorial Penggunaan Aplikasi Mobile JKN dan Pembuatan Ovitrap di ILP Dusun Ngaritan

Integrasi Layanan Primer (ILP) bulanan kembali dilaksanakan di Dusun Ngaritan, Desa Kendal pada hari Kamis (8/1). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Pada pelaksanaan kali ini, mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berkontribusi melalui sosialisasi tutorial penggunaan aplikasi Mobile JKN serta edukasi pembuatan ovitrap sebagai langkah pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
ILP dilaksanakan dengan cakupan klaster ibu dan anak serta usia dewasa dan lanjut usia. Peserta kegiatan berasal dari berbagai kelompok usia. Mahasiswa KKN membantu tenaga kesehatan dalam mendukung kelancaran kegiatan, mulai dari proses registrasi hingga pendampingan peserta selama pelayanan berlangsung.
Peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan melakukan pendaftaran di meja registrasi menggunakan Kartu Bantu Pemeriksaan dan Kartu Tanda Penduduk untuk verifikasi data. Setelah menerima nomor antrean, peserta dipanggil secara bergantian untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar.
Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, serta pengecekan gula darah. Hasil pemeriksaan dicatat pada Kartu Bantu Pemeriksaan sebagai data pemantauan kesehatan masyarakat secara berkala.
Sambil menunggu antrean, peserta mendapatkan dua sesi sosialisasi. Sosialisasi pertama disampaikan oleh Fayyaza Dian Putri, anggota Tim KKN Senandung Punung, yang memberikan tutorial penggunaan aplikasi Mobile JKN. Materi yang disampaikan meliputi cara pendaftaran akun, pengecekan status kepesertaan, akses antrean online fasilitas kesehatan, hingga pemanfaatan fitur layanan administrasi secara mandiri melalui telepon genggam.
Sosialisasi berikutnya disampaikan oleh Stepanus Narasoma Satria Jati, juga anggota Tim KKN Senandung Punung, yang memaparkan tata cara pembuatan ovitrap sebagai alat sederhana untuk memantau dan mengendalikan populasi nyamuk. Peserta diberikan pemahaman mengenai bahan yang mudah diperoleh, langkah perakitan, penempatan ovitrap yang tepat, serta pentingnya pemantauan rutin sebagai upaya pencegahan penyakit yang ditularkan oleh vektor, seperti demam berdarah.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi digital kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan aplikasi Mobile JKN sekaligus mendorong peran aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Integrasi edukasi teknologi dan pengendalian lingkungan diharapkan mampu memperkuat upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat di Dusun Ngaritan dan Desa Kendal secara berkelanjutan.